UPZ Universitas Trunojoyo Madura Laksanakan Seleksi Penerima Beasiswa UKT

Unit Pengumpul Zakat Universitas Trunojoyo Madura (UPZ UTM) melaksanakan seleksi wawancara bagi calon penerima Beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada Senin, 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penyaluran dana zakat untuk membantu mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi agar dapat melanjutkan pendidikan dengan baik.

Pada semester ini, UPZ UTM mengalokasikan dana Beasiswa UKT sebesar Rp155.000.000. Dana tersebut berasal dari zakat yang dihimpun dari sivitas akademika Universitas Trunojoyo Madura, khususnya dosen dan tenaga kependidikan. Dana zakat tersebut selanjutnya disalurkan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria sebagai mustahik atau pihak yang berhak menerima zakat.

Program Beasiswa UKT UPZ UTM memperoleh antusiasme yang tinggi dari mahasiswa. Pada tahap awal, tercatat sebanyak 151 mahasiswa mendaftarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan dan seleksi kelengkapan administrasi, sebanyak 118 mahasiswa dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap seleksi wawancara.

Seleksi wawancara dilakukan untuk memastikan calon penerima beasiswa benar-benar memenuhi persyaratan, membutuhkan bantuan, dan tepat sasaran sebagai mustahik zakat. Untuk menjaga objektivitas dan transparansi proses seleksi, UPZ UTM melibatkan tim pewawancara dari masing-masing fakultas di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura.

Besarnya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan membutuhkan dukungan biaya pendidikan. Dari 118 mahasiswa yang lolos seleksi administrasi, total kebutuhan dana untuk membiayai UKT mereka mencapai lebih dari Rp325.000.000. Sementara itu, dana yang tersedia pada semester ini kurang dari separuh kebutuhan.

Keterbatasan anggaran tersebut menyebabkan UPZ UTM belum dapat mengakomodasi seluruh mahasiswa yang membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, tanggungan keluarga, kemampuan memenuhi kebutuhan perkuliahan, serta tingkat urgensi bantuan dari masing-masing calon penerima.

Selain kondisi ekonomi sebagai persyaratan utama, pengelola UPZ UTM juga mempertimbangkan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan sosial. Calon penerima diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta bersedia menjadi bagian dari relawan UPZ UTM dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam sesi wawancara, salah seorang mahasiswa menyampaikan bahwa keterbatasan ekonomi membuatnya harus bekerja di sela-sela kegiatan perkuliahan. Sejumlah mahasiswa bekerja sebagai pengemudi ojek, sedangkan mahasiswa lainnya menjadi guru privat atau memberikan les kepada anak-anak sekolah dasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan.

Kondisi tersebut menggambarkan perjuangan mahasiswa dalam mempertahankan keberlangsungan pendidikan di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan biaya perkuliahan. Beasiswa UKT UPZ UTM diharapkan dapat membantu meringankan beban mahasiswa sehingga mereka dapat lebih fokus dalam menjalani proses akademik.

Melalui program ini, UPZ UTM berkomitmen untuk terus mengelola dan menyalurkan dana zakat secara amanah, transparan, bertanggung jawab, dan tepat sasaran. Dukungan zakat dari dosen dan tenaga kependidikan UTM juga menjadi wujud nyata kepedulian serta semangat gotong royong sivitas akademika dalam membantu mahasiswa yang membutuhkan.

UPZ UTM berharap penghimpunan dana zakat pada periode berikutnya dapat terus meningkat sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat memperoleh bantuan UKT. Dengan demikian, program beasiswa tersebut tidak hanya membantu pembiayaan pendidikan, tetapi juga menjaga keberlanjutan studi dan memberikan harapan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan mereka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *